Surga Itu Di Bawah Telapak Kaki Ibu

MediaMuslim.Info – Hadits ini tentunya tidak lagi asing bagi siapapun, sebab sangat sering diucapkan ataupun didengar melalui berbagai media. Bahkan banyak yang menyalahgunakan untuk berbagai kepentingan dunia semata.

Namun ada hal yang perlu diklarifikasi lagi mengingat penisbahannya kepada sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bukanlah hal main-main; apakah kualitas hadits dengan redaksi seperti itu dapat dipertanggungjawabkan ataukah tidak? Kalau, begitu apakah ada hadits dengan naskah yang lain? Ataukah hanya maknanya saja yang shahih?

Naskah Hadits:
“Surga itu di bawah telapak kaki ibu.”

Hadits dengan redaksi seperti ini disebutkan oleh Imam as-Suyûthiy di dalam kitabnya ad-Durar al-Muntsirah Fi al-Ahâdîts al-Musytahirah (buku yang kami gunakan sebagai rujukan dalam kajian ini), dengan menyatakan bahwa ia diriwayatkan oleh Imam Muslim dari hadits Anas.

Namun penahqiq (analis) atas buku tersebut, yaitu Syaikh. Muhammad Luthfy ash-Shabbâgh memberikan beberapa anotasi berikut: “Hadits dengan redaksi (lafazh) seperti ini kualitasnya Dla’îf (lemah). Menurut saya, menisbahkannya kepada Imam Muslim perlu diberi catatan. Imam ash-Shakhawiy berkata, ‘Demikian ini, padahal ad-Dailamiy telah menisbahkannya kepada Imam Muslim dari Anas, karena itu perlu dicek kembali.’ Al-Ghumâriy ketika memberikan anotasi atas hal itu berkata, ‘Sama sekali Imam Muslim tidak mengeluarkan hadits ini, sekalipun Imam az-Zarkasyiy dan as-Suyûthiy menisbahkan kepadanya mengikuti Imam ad-Dailamiy.’

Untuk itu, perlu merujuk kepada buku-buku berikut:

  • Ahâdîts al-Qushshâsh karya Ibn Taimiyyah, h.70

  • Al-Maqâshid al-Hasanah Fî Bayân Katsîr Min al-Ahâdîts al-Musytahirah ‘Ala al-Alsinah, karya as Sakhâwiy, h.176

  • Tamyîz ath-Thayyib Min al-Khabîts Fîmâ Yadûr ‘Ala Alsinah an-Nâs Min al-Hadîts, karya Ibn ad-Diba’, h.63

  • Kasyf al-Khafâ` wa Muzîl al-Ilbâs ‘Amma isytahara Min al-Ahâdîts ‘Ala Alsinah an-Nâs, karya al- ‘Ajlûniy, Jld.I, h.335

  • Mîzân al-I’tidâl, karya Imam adz-Dzhabiy, jld.IV, h.220

  • Al-Fawâ`id al-Maudlû’ah Fil Ahâdîts al-Mawdlû’ah karya al-Karmiy, Hal.147

  • Al-Kâmil karya Ibn ‘Adiy, Jld.VI, h.2347

  • Dla’îf al-Jâmi’ karya Syaikh Nashiruddin al-Albâniy, No.2666

Syaikh al-Albâniy berkata, ‘Hadits tersebut (diatas) tidak diperlukan lagi karena sudah ada hadits sebelumnya yang dimuat di dalam kitab ash-Shahîh, no.1249 dengan lafazh, “Berbaktilah terus kepadanya (sang ibu) karena surga itu berada di bawah telapak kakinya.”

Yang dimaksud oleh Syaikh al-Albâniy tersebut adalah hadits yang diriwayatkan Mu’âwiyah bin Jâhimah yang dikeluarkan Imam Ahmad (Jld.III:429) dan an-Nasâ`iy. Lihat juga, Sunan Ibn Mâjah, no.2781 dan al-Mustadrak karya al-Hâkim, Jld.II, h.104.”

(Sumber Rujukan: ad-Durar al-Muntsirah Fi al-Ahâdîts al-Musytahirah karya Imam as-Suyûthiy, tahqiq Syaikh Muhammad Lutfhfy ash-Shabbâgh, h.105-106, no.178)

About these ads

8 Responses so far »

  1. 1

    Fathurrohman said,

    Saya sering kali merenungkan hadist ini untuk kepentingan fid dunia hasanah dan fil akhiroti khasanah.

    Ketika pertama kali ruh ditupkan ke jasad calon manusia, sekalipun Allah telah menentukan skenario apa yang bakal ia lakoni di dunia, peran ibu sangat menentukan apakah seorang manusia menjadi manusia atau menjadi dajjal.

    Berbagai telaah ilmiah terlah dilakukan seperti memperdengarkan lagu-lagu klasik ketika sang calon manusia agar otaknya menjadi cerdas hingga hal-hal lain yang pada pokoknya menstimulus untuk menjadikan sang calon manusia ini. Namun demikian, terlepas dari takdir apa yang diberikan kepada sang khalik kepada manusia, ibu sebagai pelabuhan utama manusia tidak bisa tidak sangat relevan dengan hadist.

    Apakah yang dimakan oleh sang ibu bergizi, bermanfaat, halalan toyiban mubarokan, atau sampah yang bersal dari entah berantah, atau yang subhat.

    Demikian pula ketika sang calon manusia ketika masih bayi. Contoh paling nyata adalah ketika si ibu menkonsumsi makanan yang pedas-pedas, maka secara otomatis sang bayi akan mencret.

    Demikian pula secara psikologis. Ketika si ibu tidak pandai memelihara perasaannya; hatinya, sang bayi akan terkena imbas yang luar biasa, Tidak jarang seorang anak dengan terlahir dengan emosi yang tidak stabil karena ketika ia masih dalam kandungan hingga terlahir dan menjadi bayi yang mungil, orang tuanya terlibat perseteruan yang sengit.

    Dalam konteks bangsa indonesia sekarang, kaum ibu atau calon ibu selayaknya merenungkan dirinya akan dijadikan apa keturunannya kelak.
    Seperti hadist yang lain, selayaknya seorang anak manusia terlahir dalam keadaan suci.

    Untuk itu mari mulai menhisab diri sendiri mulai dari apa yang kita makan; apakah itu yang bermanfaat atau tidak, sumbernya jelas dan halal, bukan dari korupsi atau mengambil dari hak orang lain.

    Kedengarannya memang seperti filsafat tapi memang begitulah adanya. Anak-nak yang hasanah lazimnya terlahir dan disupi dari ibu dan makanan yang hasanah.

    Hanya anak-anak yang hasanah saja yang bisa berdoa robbighfirlii wa liwalidaya war hamhuma kama robbayani soghiro.

    ( jadi jangan salahkan malinkundang karena ia durhaka kepada ibunya karena ia sendiri terlahir dari seorang ibu yang suka mengutuk – perbuatan buruk red.)

    Wallahua’lam bissawab

  2. 2

    abdillah said,

    Kecerdasan Anak Turun Dari Ibu

    Nurul Ulfah – detikHealth

    Jakarta, Faktor genetik adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang. Jika Anda ingin mempunyai anak yang cerdas, carilah seorang istri yang cerdas, karena ternyata kecerdasan anak diturunkan dari ibu.

    Menurut neurolog sekaligus Kabid Pemeliharaan Peningkatan Intelegensia Kesehatan Depkes RI, Adre Mayza, SpK (K), dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan.

    Meski tidak mempengaruhi seutuhnya, namun banyak juga anak yang terlahir cerdas dari orang tua yang cerdas. “Gen ibu lebih banyak berperan pada kecerdasan anak. Kalau anaknya cerdas, biasanya ibunya juga cerdas. Jadi kalau cari suami nggak perlu yang pintar-pintar amat, tapi kalau cari istri kalau bisa yang pintar,” ujar Adre dalam acara Optimalisasi Peningkatan Intelegensia Otak di GKBI, Jakarta (10/9/2009)..

    Sebenarnya hubungan antara kecerdasan anak dengan ibunya bisa dilihat secara alamiah ketika ibu baru melahirkan. “Bayi bisa mencari puting susu ibunya sendiri, itu sudah jadi pertanda,” ujar Adre.

    Bayi menangis jika mengompol juga bisa jadi pertanda bahwa kecerdaasn ada hubungannya dengan ibu. Hormon oxytocin dikeluarkan pada saat ngompol sama dengan hormon yang terdapat pada area kawanitaan ibu. “Itu mengapa jika daerah kewanitaan itu dirangsang, akan muncul perasaan enak dan senang, ” tutur Adre.

    Oleh karena itu, memakai pampers biasanya membuat seorang anak tumbuh menjadi egois. “Bayi yang sering pakai pampers, cenderung memiliki rasa empati yang kurang karena jarang menangis dan bagian otaknya tidak terlatih untuk merasakan empati,” tutur Adre.

    Otak setelah lahir memiliki kemampuan berkembang yang cepat. Penglihatan lebih dulu berkembang daripada pendengaran dan separuh perkembangan intelektual seseorang berlangsung di bawah usia 4 tahun.

    Adre mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia saat ini ada di urutan ke 109 dari 179 negara. “Artinya sudah miskin, bodoh, sakit, sombong pula,” ujar Adre. Padahal sebentar lagi Indonesia akan memasuki tantangan milenium 3 yang merupakan era competitive intelligence.

    Oleh karena itu, ibu mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk perkembangan kecerdasan anak. “Stimulasi janin dengan musik-musik alam, binatang atau musik klasik, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung omega 3 dan berikan stimulasi yang tepat ketika sudah lahir untuk menghasilkan anak yang cerdas,” ujar Adre.

    Namun meskipun begitu, menurut Prof. Dr. Jalaludin Rahmat, pakar komunikasi dan penulis buku ‘psikologi komunikasi’, faktor genetik atau keturunan bisa dikalahkan oleh faktor lingkungan dan nutrisi. “Nurture atau lingkungan bisa mengalahkan nature atau warisan biologis jika otak terus distimulasi,” jelas Jalaludin

  3. 4

    Atho said,

    Seorang sarjana barat pernah mengungkapkan bahwa tidak ada kata2 Nabi Muhammad SAW yang dinilai sangat meninggikan derajat kaum wanita selain kata2 beliau; “Sorga dibawah telapak kaki ibu”.

  4. 5

    JUARDI said,

    ..NAK,,, BANTULAH ORANGTUAMU UNTUK MENJADIKAN KALIAN ANAK ANAK YANG SALEH..,,YANG SENANTIASA MENYEJUKAN HATI SIAPAPUN YANG MEMANDANGMU,,,,,AMIN…….

  5. 7

    Aunul Fitri, S.Fil.I, M.Pd.I said,

    karena harta, iri, sombong, dan dengki bisa menghianati ibunya yang taat pada Allah.

  6. 8

    suroto said,

    ibu itu manusia luar biasa dalam hidupku…….
    rumah buku


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: