<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: 40% Lebih Balita Indonesia Kurang Gizi</title>
	<atom:link href="http://islamicspace.wordpress.com/2007/02/16/40-lebih-balita-indonesia-kurang-gizi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://islamicspace.wordpress.com/2007/02/16/40-lebih-balita-indonesia-kurang-gizi/</link>
	<description>My Way To Finding About My Religion "Islam"</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Jan 2010 03:47:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: stevani</title>
		<link>http://islamicspace.wordpress.com/2007/02/16/40-lebih-balita-indonesia-kurang-gizi/#comment-1588</link>
		<dc:creator>stevani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 13:20:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://islamicspace.wordpress.com/2007/02/16/40-lebih-balita-indonesia-kurang-gizi/#comment-1588</guid>
		<description>kasihan banget negeri kita. akibat kemiskinan dimana-mana, anak kecil tak berdosa harus merasakan akibatnya. banyak anak-anak yang kini menderita kekutrangan gizi. sebaiknya pemerintah lebih memberikan penyuluhan mengenai gizi. kan kasihan anak-anak yang kekurangan gizi. selain itu, jangan cuma kasi bubur kacang ijo seminggu sekali, kalau begitu sama saja dengan bohong...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kasihan banget negeri kita. akibat kemiskinan dimana-mana, anak kecil tak berdosa harus merasakan akibatnya. banyak anak-anak yang kini menderita kekutrangan gizi. sebaiknya pemerintah lebih memberikan penyuluhan mengenai gizi. kan kasihan anak-anak yang kekurangan gizi. selain itu, jangan cuma kasi bubur kacang ijo seminggu sekali, kalau begitu sama saja dengan bohong&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: laode R</title>
		<link>http://islamicspace.wordpress.com/2007/02/16/40-lebih-balita-indonesia-kurang-gizi/#comment-1495</link>
		<dc:creator>laode R</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Mar 2008 13:19:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://islamicspace.wordpress.com/2007/02/16/40-lebih-balita-indonesia-kurang-gizi/#comment-1495</guid>
		<description>Tanggungjawab pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan warganya adalah sebuah keharusan. Sangat jelas dalam amanah konstitusi bahwa jaminan kesehatan merupakan tanggungjawab negara untuk melindungi dan menyediakan pelayanan kesehatan yang layak bagi setiap warganya ( Pasal 28 H ayat 1, pasal 34 ayat 3 UUD 1945 dan UU 23 tahun 2003 tentang Kesehatan).  Sejatinya, jaminan kesehatan tersebut memberikan harapan cerah bagi warga negara.  Namun menguaknya kematian ibu hamil beserta anaknya seperti yang terjadi di Makassar awal maret 2008 akibat dari kekurangan gizi sungguh membuat miris dan melukai hati rakyat. Bahwa jaminan kesehatan yang layak hanyalah sebuah onani konstitusi yang tidak tercerahkan dalam implementasi pembangunan kesehatan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggungjawab pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan warganya adalah sebuah keharusan. Sangat jelas dalam amanah konstitusi bahwa jaminan kesehatan merupakan tanggungjawab negara untuk melindungi dan menyediakan pelayanan kesehatan yang layak bagi setiap warganya ( Pasal 28 H ayat 1, pasal 34 ayat 3 UUD 1945 dan UU 23 tahun 2003 tentang Kesehatan).  Sejatinya, jaminan kesehatan tersebut memberikan harapan cerah bagi warga negara.  Namun menguaknya kematian ibu hamil beserta anaknya seperti yang terjadi di Makassar awal maret 2008 akibat dari kekurangan gizi sungguh membuat miris dan melukai hati rakyat. Bahwa jaminan kesehatan yang layak hanyalah sebuah onani konstitusi yang tidak tercerahkan dalam implementasi pembangunan kesehatan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
