Mar’ah Dalam Islam

MediaMuslim.InfoIslam datang, mengangkat kedudukan orang-orang yang tertindas, menjadikan budak-budak sahaya mempunyai hak seperti saudara-saudaranya yang merdeka, orang-orang fakir pun mendapat bagian memadai dari hartanya orang-orang kaya. Islam juga menyamakan kedudukan antara pria dan wanita pada awal mula penciptaannya. Umat Islam diajarkan dan dituntut mengenai sikap adil dan kasih sayang termasuk dengan lingkungan sekitarnya seperti hewan dan tumbuhan.

Alloh Ta’ala berfirman, yang artinya: “Hai, sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, daripadanya Allah menciptakan istrinya.” (QS: An-Nisa’: 1) Islam menyamakan keduanya untuk sama-sama melaksanakan kewajiban beribadah dan sama-sama mendapatkan balasan. Alloh Ta’ala berfirman, yang artinya: “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: An-Nahl: 97 )

Islam benar-benar memberikan perhatian mendalam kepada wanita dalam semua tingkat kehidupan mereka yang berbeda-beda.

KEPADA PARA WANITA, BERIKUT INI KAMI PERSEMBAHKAN CUPLIKAN KATA YANG DITULIS OLEH SEORANG KAUM HAWA SEBANGSAMU :
“Wahai saudari muslimahku……………..wahai para mahasiswi…………………wahai para murabbiyah…………,wahai para ibu pendidik ……………..Engkau adalah lembaga kaderisasi bagi para laki-laki. Engkau pencetus para pahlawan. Engkau merupakan ibu-ibu yang agung. Engkau adalah ” madrasah ” bagi para pemimpin. Engkau adalah kebanggaan zaman, asas bangunan dan fondasi masyarakat. Dan engkau, wahai sahabatku adalah harapan ummat. Pada kebaikanmu, bergantung kebaikan masyarakat dengan segenap keluarganya, dan menjadi berbahagialah seluruh generasi. Sebaliknya dengan penyimpanganmu,  (semoga Alloh melindungi), akan binasalah ummat beserta bangunannya. Engkau adalah tulang punggung bangunan yang di atasnya bertumpu tiang-tiang kebaikan. Namun bersamaan dengan itu, engkau adalah siksaan yang bisa meruntuhkan seluruh harapan besar, manakala kau menyimpang dari apa yang telah digariskan.

Sesungguhnya, mereka (musuh-musuh Islam) terus berteriak dan berseru agar engkau bersolek……….berdandan…………bergaul bebas…………..bercinta………….bercantik-cantik………..berseni…………..berhias………..dan melakukan segala hal yang bisa mempertontonkan sifat keweanitaanmu. Semua itu adalah pelat-pelat keburukan, jaring-jaring yang bisa melepas kelembutanmu, melucuti rasa malumu, meluruhkan kemuliaanmu, mengotori harga dirimu, membunuh keperwiraanmu, mengguncangkan aqidahmu dan akhirnya melemparkanmu ke dalam lumpur-lumpur kehinaan, genangan-genangan dosa dan jurang-jurang kebinasaan.

Maka bangkitlah wahai sahabat muslimahku dan hati-hatilah ! Janganlah sekali-kali engkau terpedaya oleh racun-racun istilah kosong dan nama-nama glamour itu, karena engkau kelak akan menyesal ketika tidak ada lagi saat untuk menyesal. Dan kelak engkau akan berteriak manakala engkau tidak akan dapati orang yang mengulurkan tangan untuk menolongmu.

Majalah-majalah seronok yang berselera rendah, menampilkan model-model wanita dan bersampul hias gam,bar-gambar menggiurkan………… Apa sebenarnya yang ia inginkan darimu ? Apa sebenranya yang dikehendaki oleh para pengasuhnya darimu ? Adakah mereka menginginkan kebaikan/kemaslahatan buatmu ? Adakah mereka ingin mendidik akhlak mulia dan sopan-santun kepadamu ? Adakah mereka ingin membimbingmu kepada Al-Haq ? Adakah mereka ingin memelihara serta menjaga diin (agama)mu supaya engkau bisa istiqomah ? Adakah mereka ingin mengingatkanmu pada firman Alloh Ta’ala , yang artinya: “Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah terdahulu.” (QS: Al-Ahzab : 33) Sama sekali Tidak !
Kaset-kaset dengan segala isinya, berupa racun-racun omong kosong dan suara-suara dusta yang ingin menyerang hatimu nan ramai dengan Dzikrullah, supaya berganti isinya penuh nanah-nanah menjijikkan, alangkah indahnya jika engkau ganti dengan Dzikrullah dan bacaan Al Qur’an yang merupakan obat serta rahmat bagi kaum mukminin.

Begitupun dengan cerita-cerita merusak yang ditulis oleh para penulis tidak bermoral atau disebarluaskan oleh orang-orang Yahudi beserta antek-anteknya……….Cerita-cerita yang akan membawamu terlena ke dalam buaian seni-seni hiburan lacut hingga pola pikirmu terjerat dan aqidahmu menjadi kacau…………….Adakah cerita-cerita ini menyimpan kebaikan ?

Kini tidakkah engkau perlu mempertanyakan tentang dirimu serta mawas diri sebelum datangnya hari dimana keimanan seseorang, yang sebelumnya belum pernah beriman atau belum sempat mengisi kebaikan bagi imannya, tidak akan bermanfaat ? Tidakkah engkau kembali kepada petunjuk dan bertekad untuk hidup di bawah naungan Al Qur’an dan As Sunnah ? Tidakkah engkau reguk sepuas-puasnya kelezatan sumber mata air (petunjuk – pen-) yang memancar dari keduanya ? Jadilah engkau sebagai qurrata’ain (penyejuk mata) bagi keluargamu, dan jadilah engkau sebagai qudwah (suri teladan) yang baik bagi teman-temanmu……….Ayolah, bertekadlah untuk memutuskan hubungan dengan dunia tontonan, dunia kaset-kaset haram dan majalah-majalah menyesatkan, agar engkau bisa membantu memimpin saudari-saudarimu menuju kebaikan dan kesentausaan. Inilah yang aku harap, semoga Alloh memberi taufik kepadamu dan kepadaku menuju kebaikan dan kebajikan.

Selanjutnya renungkanlah sabda Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam berikut ini, yang artinya: “Dari Abu Hurairah, radliyallahu ‘anhu beliau berkata : Berkata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Aalihi Wasallam : ” Dua golongan yang termasuk ahli neraka yang aku belum pernah melihat (semisal) keduanya : Satu kaum yang ada pada mereka cemeti seperti ekor sapi, dengan cemeti itu mereka memukuli manusia. Dan kaum wanita yang berpakaian tetapi (seperti) telanjang, melenggang lenggok menggiurkan, seolah-olah dikepalanya seperti punggung unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya surga, padahal baunya surga itu tercium dari jarak sekian dan sekian. “ (Shahih, Riwayat Muslim)

Karena itu marilah kita bersegera memohon ampunan dari Alloh Ta’ala. Wallahu a’lam

(Sumber Rujukan: Al-Mar’ah, Madza ba’da As-Suquth, Badriyah A-‘Azzaz, hal.22, At-Thalibah Al-Mu’minah hal 80 yang menukilnya dari Mukhtashar Shahih Muslim, hal.368)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: