Catatan “Ahlaq” Para Pejabat Kita

“Bersih dan jujur”,  adalah ciri moralitas yang sering diharapkan rakyat atas para pemimpin dan pejabatnya. Namun, kenyataannya tidaklah demikian. Sebelum heboh beredarnya ‘video porno’ anggota DPR RI berinisial YZ, yang hari ini menjadi perhatian Badan Kehormatan (BK) DPR. Kasus-kasus serupa (meski tidak sama) sudah puluhan kali terjadi.

Sebelum ini dugaan serupa ditengarai menimpa anggota DPRD di Propinsi Bengkulu. Skandal seks anggota dewan dengan seorang mahasiswi yang direkam dalam kamera HP ini bahkan ditampilkan di internet dalam filenya sebesar 3gp 2.1 Mb.

Akibat kasus ini, DPW PAN sampai sibuk harus menggelar rapat secara intensif guna mengatasi anggotanya yang diduga beradegan porno tersebut.

Maret 2006 lalu, komisi A, DPRD Ponorogo  pernah membahas secara serius kasus maraknya perselingkuhan di lingkungan Dinas pendidikan kabupaten Ponorogo. Komisi yang membidangi masalah hukum dan pemerintahan itu menilai perilaku amoral menodai nama baik dunia pendidikan.

Bulan berikutnya, Juni 2006, seorang pejabat di kantor pemerintahan Kabupaten Asahan dituduh menghamili pelayan kantin.  Heboh skandal seks pejabat teras salah satu instansi di Pemkab Asahan menjadi gunjingan masyarakat di Kisaran. Bahkan Bawasda Pemkab Asahan turun tangan memeriksa pejabat bersangkutan.

Skandal amoral juga pernah menerpa Walikota Singkawang.  Skandal pejabat asal Kalimatan barat ini bahkan tersebar luas dan bisa diakses di internet. Adegan sang Walikota nampaknaya direkam melalui teknologi telpon genggam.

Sebelumnya, seorang pembantu rumah tanggal asal Indonesia di New York, Amerika Serikat yang bernama lengkap; Faridah Abdullah Rahman (biasa dipanggil Ida). Menggegerkan Indonesia karena tiba-tiba mengaku sering “melayani” para pejabat Indonesia dan  kalangan diplomat di lingkungan Konsulat Jenderal RI (KJRI) di New York.

Entah lah, apa karena sudah benar-benar buruk atau mungkin sudah menjadi kebiasaan tercela para pejabat kita. Sampai-sampai Bupati Majalengka, Jawa Barat, Tutty Anwar S.H., M.Si., pernah bersikap keras kepada para bawahannya. “Pokoknya saya tidak akan main-main bagi PNS apalagi pejabat yang berselingkuh. Saya akan terapkan aturan dan disiplin secara ketat dan tegas. Saya tidak akan main-main untuk hal seperti itu. Pokoknya jangan mau diurus oleh orang lain,” ungkap Bupati Tutty saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan 113 pejabat eselon II, III, dan IV, di lingkungan kerjanya, Mei 2005 lalu.

Barangkali, perselingkuhan, wanita “piaraan” dan tempat-tempat tercela, seperti lokalisasi WTS “pekerjaan” sampingan pejabat kita.

1 Response so far »

  1. 1

    RINING said,

    GIMANA SIH ANGGOTA DPR DAH DIBAYAR MAHAL KOK BISANYA CUMA ADEGAN MESUM DOANG


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: