Politisi Yang Selalu Mengutamakan Zakat

PKPU Online Ia sangat santun budi bahasanya. Walau di tengah badai yang menerjang negeri ini. Ia tetap tegar memimipin di parlemen untuk mewakili rakyat. Itulah Hidayat Nurwahid. Sosok pria kelahiran Klaten, Jawa tengah, 60 tahun lalu. Ia adalah seorang pria sederhana dan cerdas, begitu kesan PKPUmagazine ketika bertemu dalam acara zikir nasional PKPU awal Oktober lalu.Kepiawaian dalam berpolitik, sebelumnya tak pernah terpikirkan, apalagi untuk menjadi orang terkenal. Sejak di angkat menjadi ketua MPR, namanya sudah semakin dikenal dimancanegara. Pak Hidayat Nurwahid kini sudah menjadi seorang tokoh nasional, begitu yang terucap oleh semua orang.

Dosen pasca sarjana UIN yang biasa dipanggil Hidayat adalah seorang cendikiawan muslim. Hidayat remaja, tumbuh di pondok pesantren Darussalam Gontor. Kesolehan itu sudah tertanam dibenak ayahnya yang tidak lain seorang pemuka agama. Begitu istiqomahnya pada agama, hingga kesolehan juga tertular pada keempat anaknya yang masih kecil. Apalagi saat ini bulan Ramadhan.

Bagaimana ustadz ini memberikan pengertian tentang Ramadhan pada keluarga?. “Ramadhan, selain menahan nafsu dapat dijadikan upaya tepat dalam memberikan panduan kembali makna berbagi peduli pada sesama seperti membayar zakat. Itu di awali dengan keluarga. Anak-anak saya masih kecil untuk membayar zakat. Tapi saya selalu mengingatkan kembali secara kongkret praktik infak dan shadaqah,” ucap Hidayat yang hobby bermain sepak bola.

Tapi untuk urusan membayar zakat sesungguhnya menurut mantan presiden PKS adalah orang yang sudah berpenghasilan. Itu wajib untuk berzakat, mestinya membayar zakat semudah kita dapat melaksanakan syariah sholat, syariah puasa. ” Sangat benar apa yang dikatakan Abubakar Assidik, siapapun, yang memisahkan antara kewajiban sholat dengan melaksanakan kewajiban zakat. Sesungguhnya ia tak akan diterima sholatnya. Dan ia layak untuk diberikan sangsi berupa hukuman yang sangat keras,” tegasnya.

Apapun yang dikatakan Hidayat selalu lugas dalam menjawab, begitu juga ketika PKPUmagazine menanyakan tentang bagaimana efektif ‘kampanye zakat’. Untuk menutup kata terakhir Cover Story Hidayat yang selalu berdoa untuk negara ini dengan cermat kembali menjawab, ” kampanye zakat itu bisa berlaku secara efektif dimana saja. Apalagi dengan perluas jaringan dan mengoptimalkan seluruh masjid,” ucap Hidayat.(Irwansyah M)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: