KEWAJIBAN MEMBANTU PALESTINA

kispa.org – Setelah berlangsung pemilu untuk anggota parlemen, 25/1/2006, secara jujur, transparan dan tepat waktu. Hasilnya adalah kemenangan HAMAS dengan meraih 74 suara dari 132 suara yang diperebutkan.

Kabinet baru telah terbentuk, berjumlah 24 orang, terdiri dari kalangan teknokrat, pengusaha, dosen dan aktifis HAMAS, maka muncul problem baru yang dihadapi rakyat Palestina, yaitu pemboikotan, isolasi yang dilakukan AS, Uni Eropa dan penjajah zionis Israel.

AS dan sekutunya terutama imperialis zionis Israel sangat tidak senang HAMAS menang, karena HAMAS dengan tegas menolak mengakui dan kompromi dengan imperialis zionis Israel yang menjajah bangsa Palestina secara sejak 14 Mei 1948 hingga kini.Uang kas negara nol besar alias tidak ada, pemerintah sebelumnya meninggalkan hutang sebanyak 1,7 milyar dolar AS, gaji pegawai negeri, tenaga medis, dan pihak keamanan yang berjumlah kurang lebih 140.000 orang sudah dua bulan ini belum dibayar. Belum lagi kesulitan memperoleh bahan pokok makanan yang sangat dibutuhkan rakyat khususnya anak-anak.

Apakah umat Islam akan membiarkan rakyat Palestina mati kelaparan karena tidak mendapatkan makanan pokok untuk dikonsumsi??? Menyerahkan kehormatannya kepada imperialis zionis Israel??? Jawaban orang yang beriman adalah: tidak!!!
Kita harus membantu mereka dengan berbagai macam cara sebagai wujud dari pengamalan terhadap Al Qur’an dan sunah Rasulullah saw.

Umat Islam harus mencontoh keteladanan sahabat Muhajirin dan Anshar dalam mengaplikasikan nilai-nilai ukhuwah di dalam kehidupan. Sungguh indah persaudaraan iman mereka yang diikat dengan ikatan yang suci, ikatan yang mulia, ikatan yang dibingkai dengan nilai kasih sayang serta keimanan.

Kaum Muhajirin telah dipersaudarakan oleh Rasulullah saw dengan kaum Anshar, mereka saling memberi, saling membantu, saling mengawal, dan saling tolong menolong, Subhanallah, betapa indahnya persaudaraan yang telah mereka tampilkan dalam peradaban umat manusia.

Kemuliaan sahabat Anshar dalam membantu saudaranya seiman dari Makkah (muhajirin) di abadikan Allah di dalam Al Qur’an.

Dan orang-orang yang telah menempati
kota Madinah dan telah beriman  sebelum  mereka , mereka  ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka . Dan mereka  tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka ; dan mereka mengutamakan , atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.(QS : Al Hasyr /59 : 9).

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan , mereka itu satu sama lain lindung-melindungi . Dan  orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah.  jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam  agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan
.(QS : Al Anfal / 8 : 72)

Sahabat Anshar telah menunjukkan jiwa itsar (mendahulukan kepentingan saudara seiman dibandingkan dirinya), itsar merupakan puncak dari ukhuwah Islamiyah, terasa sulit dilaksanakan bagi mereka yang  yang kikir dan hubbud dunya (cinta dunia).

dan mereka mengutamakan , atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan
. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.
(QS : Al Hasyr /59 : 9).

Bagi mereka yang telah merasakan manisnya iman, itsar merupakan amalan keseharian dalam hidupnya, bagian yang tidak dapat dipisahkan dari gerak langkahnya.

Sahabat Anshar juga butuh materi, butuh makan, butuh rumah, butuh lahan perkebunan, butuh istri, akan tetapi dalam rangka membantu saudaranya seiman yang sangat , sangat, sangat membutuhkan, maka mereka rela menyerahkan harta yang dimilikinya untuk membantu meringankan beban saudara seiman.

Masih ingatkah kita kisah Sa’ad bin ar Rabi’ yang di persaudarakan oleh Rasulullah saw karena iman dengan ‘Abdurrahman bin ‘Auf.
Lihatlah hartaku, silakan ambil separuh untukmu. Aku juga memiliki dua istri. Lihatlah siapa diantara keduanya yang paling engkau sukai, agar aku bisa menceraikannya untuk engkau nikahi. (HR. Bukhari).

Semoga hadits di atas dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita terhadap rakyat Palestina yang sedang menderita karena kezhaliman yang sedang dilakukan secara keji dan biadab oleh AS, imperialis zionis Israel dan sekutunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: