Berdiam Di Rumah Yang Ada Pembantunya, Tanpa Khalwat

MediaMuslim.InfoPada artikel Fatwa Ulama kali ini, kita akan mencoba memahami suatu hal yang oleh sebagian kita bukanlah suatu masalah. Barangkali hal tersebut karena kekurangan ilmu dan ketidak pahaman mereka mengenai syariat Islam atau karena kekurangan iman yang meskipun mereka mengetahui tuntunan Islam dalam hal ini, namun tetap saja dilanggar.

Seseorang bertanya kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin: “Apa hukum berdiam di rumah bersama pembantu laki-laki tapi tanpa ber-khlawat ?”Berikut jawaban beliau, Permasalahan pembantu sekarang telah menjadi masalah sosial yang  membahayakan. Berapa banyak kita mendengar peristiwa yang menakutkan yang berhubungan dengan masalah pengadaan tenaga kerja baik laki-laki maupun perempuan. Telah jelas sekali bahayanya yang besar dalam masyarakat selain juga tidak ada kebutuhan mendesak untuk itu dan hanya menampakkan tingkat kehidupan yang sejahatera. Didalamnya terdapat sebab-sebab timbulnya fitnah yang menjadikannya harus dilarang.

Pertama.
Tidak sepantasnya bagi orang yang berakal untuk mempekerjakan pembantu di rumahnya, kecuali dalam keadaan sangat mendesak sekali, tidak sekedar karena kebutuhan biasa dan untuk menampakkan tingkat kesejahteraan hidupnya. Karena ini merupakan bahaya bagi agama, kebodohan  pada akal dan membuang-buang uang.

Kedua.
Pembantu yang bekerja haruslah taat pada agama dengan mengenakan hijab secara sempurna di hadapan laki-laki yang ada di rumah tersebut. Tidak diperbolehkan baginya untuk membuka wajah dan perhiasan di hadapan mereka.

Ketiga.
Kedatangan mereka harus disertai oleh mahramnya, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya: “Tidak diperbolehkan bagi wanita untuk bepergian kecuali bersama  mahramnya”

Ada sebagian orang yang mempekerjakan pembantunya karena ikut-ikutan saja, yang akhirnya hanya membawa bencana yang besar bagi mereka. Di antaranya, wanita meninggalkan kewajiban mengurus anak dan diserahkan kepada pembantunya, sehingga anak tidak mendapatkan kasih sayang dan didikan ibunya.

Adapun pertanyaan yang ditanyakan, jawabannya adalah selama pembantu tersebut mengenakan hijab secara sempurna, maka diperbolehkan baginya untuk berdiam di rumah selama tidak berduaan dan tidak membuka apa yang seharusnya ditutupi.

(Sumber Rujukan: Durus wa Fatawal Haramil Makki, Syaikh Ibnu Utsaimin, 3/347)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: