Hukum Membaca Al-Qur’an Tanpa Wudhu’?

MediaMuslim.InfoTerkadang kita lupa atau kurang mengetahui bahkan tidak mengetahui sama sekali mengenai bagaimana hukumnya jika kita membaca Al-Qur’an dalam keadaan tidak berwudhu. Pada ksempatan kali ini marilah kita mempelajari mengenai hukum orang yang membaca Al-Qur’an sementara dia dalam kondisi tidak berwudlu’, baik dibaca secara hafalan maupun dibaca dari mushaf?

Seseorang boleh membaca Al-Qur’an tanpa wudlu’ bila bacaannya secara hafalan sebab tidak ada yang mencegah Rasululloh membaca Al-Qur’an selain kondisi junub. Beliau pernah membaca Al-Qur’an dalam kondisi berwudlu’ dan tidak berwudlu’.

Sedangkan terkait dengan Mushhaf, maka tidak boleh bagi orang yang dalam kondisi berhadats untuk menyentuhnya, baik hadats kecil maupun hadats besar. Alloh Ta’ala berfirman, yang artinya: “Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS. Al-Waqi’ah: 79). Yakni orang-orang yang suci dari semua hadats, najis dan syirik.

Di dalam hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang dimuat di dalam surat beliau kepada pegawainya yang bernama Amru bin Hizam, beliau menyebutkan, “Tidak boleh menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang dalam kondisi suci.”
Hal ini merupakan kesepakatan para Imam kaum Muslimin bahwa orang yang dalam kondisi berhadats kecil ataupun besar tidak boleh menyentuh Mushhaf kecuali ditutup dengan pelapis, seperti mushaf tersebut berada di dalam kotak atau kantong, atau dia menyentuhnya dilapisi baju atau lengan baju.

(Sumber Rujukan: Kumpulan Fatwa-Fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan, Dalam Kitab Tadabbur Al-Qur’an, hal. 44.)

About these ads

16 Responses so far »

  1. 1

    dessy arisanti said,

    assalamu alaikum

    aku pernah baca di fiqih sunah wanita tentang hukum baca al qur’an…. tp disana dijelaskan bakan ketika haid sekalipun boleh memegang & membaca mushaf…….

    ????????

    dessy

  2. 2

    I rda lillah said,

    assalamu alaikum,

    yang pernah saya dapat dari guru ngaji saya, bahwa membaca dan menyentuh Al Qur’an dalam keadaan tidak berwudhu itu boleh.
    Bagaimana orang yang sedang dan akan belajar Al Qur’an atau mendalaminya sementara ybs punya penyakit yang sering buang angin atau orang yang karena pengaruh makanannya sering buang angin, jd orang tersebut tidak akan bisa belajar Al Qur’an dengan tenang dan lama.
    Ada yang mentafsirkan bahwa arti hanya orang yang suci yang boleh menyentuhnya adalah orang yang suci dalam artian yg bersangkutan adalah seorang yang muslim, suci hatinya.

  3. 3

    Basuki said,

    Assalamu alaikum, dalam sebuah tafsir “tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan” artinya isi kandungan Al-QURAN tidak akan masuk ke dalam Qolbu seseorang,kecuali orang tersebut dalam keadaan suci.

  4. 4

    Ustad Muhammad Lc. M.A said,

    assalamualaikum wr.wb. kepada saudaraku yang berbahagia yang juga membaca mengenai tentang hukum membaca Al-Qur’an tanpa wudhu’, memnag hal ini menjadi pertentangan di kalangan umat muslim yang awam dalam hal agama, tentunya kita harus memahami ayat “tidak bisa menyentuhnya melainkan orang yang disucikan”. matan tidak perlu dirubah, didalam tafsir sendiri bnayka dari berbagai ulama berbeda pendapat ten5tang hala ini , tetapi say acukup menengahi saja, yang bisa melakasanakan isi Al-Qur’an itu hnay orang mukmin, dan yang bisa menyentuhnya itu juga orang mukmin, sedang golongan iblis, syaitan itu haram menyentuhnya, sebba dia adalaha makhluk yang ingkar lagi Allah laknat dan dia telah menjadi penghunio neraka, sedang Al-Qur’an itu tidak bisa disentu oleh mereka, perlu anda ingat sekali lagi, sebuah hadist yang shahih tidak melarang kita menyentuh Al-Qur’an meskipun kita dalam kondisi haid, inilah sebuah keagungan Al-Qur’an bagi orang yang bertakwa kepada-Nya.

  5. 5

    Sriratna said,

    Trus bagaimana hukum membaca qur’an tanpa memperhatikah makhroijul huruf’y? Apakah berdosa sekalipun tdk mengetahuinya?

  6. 6

    dewasedih said,

    kalo saya membaca nya dengan tidak memegang nya melalui software di pc saya bagaimana? saya tidak berwudhu (karena saya jaga toko seorang diri, kalo musti bulak balik ninggalin toko, maka saya membahayakan perniagaan toko)

  7. 7

    abazee said,

    hukum membaca alquran dengan tajwid adalah Fardu ‘Ain, jadi menurut saya wajib membaca alquran dengan bertajwid.

    Wallahu A’lam

  8. 8

    BP said,

    Jazakallahu ustad sharingnya…
    Ibu Sriratna: membaca alquran wajib tahu tajwidnya bu, dan buku yang menerangkan cara membaca alquran sudah banyak beredar di masyarakat.
    Pak Dewasedih: tidak apa-apa.

  9. 9

    agungkoe said,

    Salamun’alaikum
    Pak Ustad

    بَلْ هُوَ آيَات ٌ بَيِّنَات ٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلاَّ الظَّالِمُونَ

    Sebenarnya, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim. QS. Al ‘Ankabuut (29) ayat 49

    إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَه ُُ وَقُرْآنَهُ

    Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. QS. Al-Qiyaamah (75) ayat 17

    Jika arti Kata Suci itu dalam kontek hati, maka saya setuju. Dalam Arti “seseorang tidak akan tersentuh/ terisi Al-Qur’an jika di hati mereka masih kotor (sering berbuat dosa)”
    Tapi jika diartikan secara kotor jasad/jasmani, saya kurang setuju. Apakah dalam proses pencetakan/penjilidan Kitab Al-Qur’an Karyawati yang sedang haid tidak diperbolehkan masuk kerja? Dalam Proses pengiriman, apakah setiap Kitab Al-Qur’an harus diturunkan satu-persatu?

    maaf jika ada salah kata, saya hanya ingin menyikapi segala sesuatu dengan Akal…
    Karena Allah Membeci orang yang tidak menggunakan Akal

    وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تُؤْمِنَ إِلاَّ بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يَعْقِلُونَ

    Dan tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. QS. Yunus (10) ayat 100

    Sekian terima kasih

  10. 10

    a muslimah said,

    Assalamualaikum…perbincangan yang menarik..saya juga ada buat research ttg topik ni dan ditakdirkan menjumpai satu perbincangan di website lain pulak…sama2 kita fikirkan dgn melapangkan dada dan fikiran…waallahualam. selamat beramal semua :)

    http://soaljawab.wordpress.com/2007/07/05/sentuh-al-quran-tanpa-wudhu/

  11. 11

    Ali Ridwan said,

    Menurut saya pribadi, memba2 al-quran tnpa berwudhu itu boleh, tp pahalanya tidak sebesar orang yg berwudhu.

  12. 12

    jaelani said,

    Dari ayat al Quran di bawah ini yang artinya “” Tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.” (QS. Al-Waqi’ah: 79). dari arti kata di sucikan berarti ada proses pensucian, dari tidak suci menjadi suci, berarti manusia pada dasarnya tidak suci, maka manusia untuk menjadi suci harus ada proses pensucian , manusia disucikannya yaitu dengan mandi junub bila manusia itu punya hadas besar atau bertayamum bila tidak ada air atau berwhudu ( mengambil air whudu ) bila hanya punya hadas kecil, jadi sesuai dgn ayat diatas maka manusia atau orang yang akan memegang Al Quran atau menyentuh Al Quran harus punya whudu,

  13. 13

    achmad aidil said,

    assalamua’alaikum pak ustadz,

    bgmana pula hukumnya bila alquran itu saya baca melalui media handphone. Saya khawatir akan mjd dosa saat saya tdk berwudhu tp memegang hp saya utk membaca alquran melalui hp saya itu. Tidakkah hp saya itu sama dg mushaf dmana layarnya adalah lembaran2 alquran dan bdan hp adalah sampulnya? Terimakasih atas pemikiran dr pak ustadz.

    Wassalamu’alaikum.

  14. 14

    roni said,

    saya pernah belum mandi, saya pegang al-quran saya malah di bilang HARAM HUKUMNYA, loh kata saya berat sekali umat islam aturannya, menurut kakek,ibu,guru saya bebas bebas aja, mau kapan aja islam tidak memberatkan,
    dia tau haram itu dari ustadz NU, saya pikir berani amat bilang haram wah siap tanggung resikonya aja tuh .

  15. 15

    ackung iding said,

    assalamua’alaikum

    sorry kalo ada salah kata, gw ga pandai berbicara, mohon di mengerti

    kalo menurut gw pegang al-qur’an itu bebas bebas aja (bro/ustadz), saya orang bodo, gaya hidup saya masih menempel jiwa premanismenya .
    pokoknya yang saya tahu, yang pernah di ajarkan guru atau orang tua saya islam itu tidak pernah MEMBERATKAN ngerti semua, jadi kalo ada ustadz atau siapa saja kalo ada hal dikit-dikit bilang DOSA / PAMALI kalo tidak ada hadistnya lawan aja bro jgn takut, al-qur’an dan hadist aja ga ada keterangannya eh malah berani bilang gitu malah ngotot lagi, itu pengalaman saya yang saya alami dengan orang yang lebih tua dari saya,,,

    dalam beribadah itu harus ridho ikhlas dengan apa yang ada dalam al-qur’an dan hadist, jgn melenceng dari jgn melebih-lebihkan / israf bro,

  16. 16

    Malik The BIG M said,

    menurut pandanganku, kalau masih ragu boleh atau tidaknya membaca al-quran di HP / PC, lebih baik pilih berwudhu terlebih dahulu… selain mengambil langkah paling aman (secara hukum islam), juga menghilangkan keraguan didada… betul gak tuh?

    c:


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: